<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-28764585</id><updated>2009-02-21T15:22:41.465+07:00</updated><title type='text'>Joni Romantic</title><subtitle type='html'>My Own Writing about Romantic and Everyday Life Stories</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://joniromantic.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joniromantic.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Joni Romantic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09871781046747607552</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28764585.post-115025806642392647</id><published>2006-06-14T11:03:00.000+07:00</published><updated>2006-06-14T12:58:50.546+07:00</updated><title type='text'>Kita yang Tidak pada Tempatnya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu malam, ketika saya sedang menonton teve di kamar, pikiran saya agak terganggu dengan suatu hal. Ada sebuah acara televisi lokal menginformasikan tempat-tempat hang out yang menarik dan unik yang ada di Jakarta, seperti kafe, restoran, klub malam, body treatment center, beauty center, body building, atau fitness center. Dalam acara itu, pengelola atau pemilik tempat-tempat tersebut menginformasikan kelebihan, kenyamanan, dan keunikan tempat mereka itu secara detail, baik dari segi pelayanan, dekorasi ruang, produk yang ditawarkan, peralatan yang dimiliki maupun diskon yang disediakan. Narasi dari informasi tersebut disertai gambar tayangan sehingga pemirsa akan melihat langsung apa yang sedang diinformasikan. Biasanya, orang yang menarasikannya ialah manager atau staff PR (public relation) atau manager atau staf marketing dari tempat-tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah beberapa kali saya menonton acara tersebut, ada beberapa kesalahan berbahasa yang menurut saya sangat mengganggu. Apa yang saya risaukan ialah pengucapan kata kita yang tidak pada tempatnya. Ini tidak terjadi pada satu orang saja (mungkin jika satu atau dua orang saya masih maklum), tetapi saya perhatikan hampir seluruh orang yang menarasikan informasi tersebut mengucapakan kata kita untuk mengacu pada kata kami. Sebagai contoh, saya kutipkan beberapa kalimat yang masih saya ingat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Target market kita adalah eksekutif muda, oleh karena itu kita sangat concern&lt;br /&gt;dalam hal pelayanan konsumen.&lt;br /&gt;2. Di resto kita, kita menyuguhkan sajian khas Indonesia. Anda bisa menemukan&lt;br /&gt;pisang goreng, tahu coek, risoles, atau singkong goreng di sini.&lt;br /&gt;3. Konsep kafe ini memang resto keluarga, karenanya tata ruang sengaja kita desain&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sederhana dan familier dengan kultur Indonesia. Dan, harga makanan dan minuman yang&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;ditawarkan relatif murah. Tapi, kualitas kita tetap&lt;br /&gt;internasional. Kita juga menyediakan menu Barat dan Timur, seperti Amerika,&lt;br /&gt;Eropa, dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kata “kita” pada tiga contoh di atas tidak pada tempatnya. Mengapa? Di sini, narator hanya menarasikan informasi yang ia punyai kepada pemirsa televisi. Jadi, pemirsa tidak menjadi bagian dari pihak narator. Seharusnya, narator memakai kata “kami” untuk menyebutkan pihaknya. Pengertian kata kita adalah bentuk kata ganti orang ketiga jika orang yang diajak bicara menjadi bagian dari si pembicara, sedangkan kata kami adalah bentuk kata ganti orang ketiga dan orang yang diajak berbicara bukan bagian dari si pembicara. Jadi, seharusnya tiga contoh di atas diucapkan demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Target market kami adalah eksekutif muda, oleh karena itu kami sangat concern&lt;br /&gt;dalam hal pelayanan konsumen.&lt;br /&gt;2. Di resto kami, kami menyuguhkan sajian khas Indonesia. Anda bisa menemukan&lt;br /&gt;pisang goreng, tahu coek, risoles, atau singkong goreng di sini.&lt;br /&gt;3. Konsep kafe ini memang resto keluarga, karenanya tata ruang sengaja kami desain&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sederhana dan familier dengan kultur Indonesia. Dan, harga makanan dan minuman yang&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;ditawarkan relatif murah. Tapi, kualitas kami tetap&lt;br /&gt;internasional. Kami juga menyediakan menu Barat dan Timur, seperti Amerika,&lt;br /&gt;Eropa, dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa terjadi penggunaan kata kita yang tidak pada tempatnya, menurut saya, ini disebabkan oleh pengaruh bahasa daerah dan bahasa cakapan yang menggunakan kata kita sebagai bentuk ungkapan diri, misalnya terlihat pada contoh berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berikan saja uang lemburan itu pada kita! (maksudnya saya)&lt;br /&gt;2. Kita orang tidak mau diperlakukan seperti ini.&lt;br /&gt;3. Kebahagiaan belum kita-kita rasakan saat ini. (maksudnya kami)&lt;br /&gt;4. Cowok, godain kita dong!&lt;br /&gt;5. Wah, borong nih, mau ke mane kita! (maksudnya kamu, Anda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini penjelasan sederhana yang dapat saya kemukakan mengenai penggunaan kata kita dan kami. Semoga bermanfaat!***Joe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28764585-115025806642392647?l=joniromantic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joniromantic.blogspot.com/feeds/115025806642392647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=28764585&amp;postID=115025806642392647' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default/115025806642392647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default/115025806642392647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joniromantic.blogspot.com/2006/06/kita-yang-tidak-pada-tempatnya.html' title='Kita yang Tidak pada Tempatnya'/><author><name>Joni Romantic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09871781046747607552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09333248517430302244'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28764585.post-114983437755014251</id><published>2006-06-09T13:19:00.000+07:00</published><updated>2006-06-14T10:48:11.336+07:00</updated><title type='text'>Demam Piala Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/771/3052/1600/logo.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/771/3052/200/logo.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ini (9 Juni 2006) peristiwa terbesar di bumi, yaitu World Cup akan dimulai. Tepatnya pukul 23.00, semua orang akan menyaksikan pertandingan perdana tim Jerman melawan Kosta Rika di Allianz Arena, Munchen, membuka perhelatan yang dinanti-nantikan ini. Demam piala dunia sudah berlangsung, bahkan setahun sebelumnya. Demam ini mengalahkan semua demam yang ada di bumi. Demam berdarah yang menjangkit di beberapa daerah di Indonesia pun tidak ada gaungnya ketimbang demam yang satu ini. Dari anak TK, SD, remaja, orang tua, kakek-nenek, pria wanita semua terkena demam ini. Semua orang membicarakan piala dunia tidak henti-hentinya, bahkan mengalahkan rating kasus KKN Soeharto sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Piala dunia yang dikuti oleh 32 negara ini seakan menghipnosis seluruh penduduk bumi untuk ikut serta menjadi bagian dari peristiwa terbesar di setiap penyelenggaraannya. Contoh kecil misalnya, di beberapa tempat di jakarta, saya banyak melihat warga mendirikan posko-posko “piala dunia”. Posko ini sebenarnya fungsi utamanya sebagai pos kamling, namun oleh warga diubah menjadi tempat nonton bareng piala dunia. Di beberapa posko, saya melihat warga menaruh pesawat televisi dan dekorasi bersuasana World Cup. Menurut mereka, sambil menjaga keamanan lingkungan, mereka nonton bareng. Akan lebih mengasyikan menonton bersama-sama daripada nonton sendiri di rumah. Suatu kebersamaan yang bagus menurut saya, namun jangan karena keasyikan nonton, malah melupakan menjaga keamanan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kejadian lucu yang saya alami di rumah. Ketika itu, saya dan beberapa kerabat sedang membicarakan piala dunia. Di sana, ada juga keponakan saya yang baru berumur 5 tahun sambil menonton televisi juga memerhatikan pembicaraan kami. Ketika itu sudah pukul delapan malam. Lalu, kakak saya menyuruh anaknya itu (keponakan saya) untuk tidur karena jam tidur malamnya sudah tiba. Namun, ia malah berceloteh mau menonton pembukaan piala dunia nanti pukul sembilan malam. Padahal, piala dunia baru dimulai tanggal 9 Juni ini. Keponakan saya mengira, pertandingan perdana akan dimulai pukul sembilan nanti. Kami pun hanya tersenyum dan tertawa melihat ketidaktahuannya itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh piala dunia kepada semua orang memang sudah pada taraf demam tinggi. Apalagi kini sudah mendekati hitungan jam peristiwa terbesar itu akan dimulai. Contoh di atas mungkin hanya contoh kecil saja. Satu lagi yang tidak dapat dimungkiri, yaitu ajang taruhan. Semua orang tahu bahwa peristiwa ini akan menjadi pesta taruhan yang menjangkiti setiap orang. Mudah-mudahan, dampak ini hanya sesaat. Setelah piala dunia selesai, kita akan melupakan ajang taruh-taruhan ini. Satu hal yang bagi saya menjadi nilai positif dari piala dunia ialah rasa bersatu, nasionalisme, kebersamaan, dan semangat sportivitas. Tentu ini menjadi sebuah keinginan yang sangat didambakan terjadi di Indonesia. ***Joe&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28764585-114983437755014251?l=joniromantic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joniromantic.blogspot.com/feeds/114983437755014251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=28764585&amp;postID=114983437755014251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default/114983437755014251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default/114983437755014251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joniromantic.blogspot.com/2006/06/demam-piala-dunia.html' title='Demam Piala Dunia'/><author><name>Joni Romantic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09871781046747607552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09333248517430302244'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28764585.post-114949510910703695</id><published>2006-06-05T14:51:00.000+07:00</published><updated>2006-06-06T13:54:18.900+07:00</updated><title type='text'>Selamat Pagi atau Selamat Siang?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/771/3052/1600/nightday.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/771/3052/200/nightday.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam aktivitas sehari-hari, kita sering mengucapkan selamat pagi, selamat siang, selamat sore, atau selamat malam kepada orang tua, atasan, bawahan, rekan sekerja, dosen, teman kuliah atau sekolah, serta siapa saja yang kita temui. Namun, persepsi orang mengenai penggunaan sapaan tersebut bisa berbeda-beda. Misalnya, seorang call center mengucapkan “Selamat Pagi” pada pukul 10.00 kepada penelepon. Betulkah pada pukul 10.00 kita mengucapkan selamat pagi? Ataukah selamat siang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas pagi dan siang memang tidak tegas bisa kita tentukan. Akan tetapi, biasanya kita mengucapkan selamat pagi antara pukul 4.00 dan pukul 10.00. Selamat siang diucapkan antara pukul 10.00 dan pukul 14.00, sedangkan selamat sore biasanya diucapkan antara pukul 14.00 dan pukul 18.30. Dari pukul 18.30 sampai dengan pukul 4.00, kita biasanya mengucapkan selamat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, waktu dibagi atas dua, yaitu siang dan malam. Pembagian ini didasarkan pada munculnya dan tenggelamnya matahari. Siang adalah saat matahari terbit sampai matahari tenggelam atau dari pukul 6.00 sampai dengan pukul 18.00. Malam adalah saat matahari tenggelam sampai matahari terbit atau dari pukul 18.00 sampai dengan pukul 6.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan pagi dan sore hari? Kata pagi bermakna waktu menjelang matahari terbit atau saat matahari terbit sampai dengan pukul 9.00 atau pukul 10.00. Jadi, dapat kita simpulkan, pagi adalah bagian akhir dari malam dan bagian awal dari siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sore hari, kita bisa menentukan bahwa sore adalah saat setelah tengah hari sampai matahari tenggelam atau dari pukul 14.00 sampai dengan pukul 18.00. Khusus saat menjelang matahari terbenam, yaitu dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 18.00, kita menyebutnya petang pada kondisi formal. Jadi, petang adalah bagian akhir dari sore dan bagian awal dari malam, sedangkan sore adalah bagian akhir dari siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita juga mengenal waktu subuh dan dini hari. Subuh mengacu ke saat menjelang terbitnya matahari, sedangkan dini hari mengacu ke awal hari. Jadi, dini hari dan subuh adalah bagian akhir dari malam dan bagian awal dari pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa penyiar televisi atau radio yang siaran pada pukul 0.01 mengucapkan “Selamat Pagi” kepada pemirsa atau pendengarnya. Ini merupakan kebiasaan baru yang cukup menarik. Mereka mengartikan pagi sebagai awal hari. Seperti yang kita ketahui, fungsi sapaan bukan hanya untuk menginformasikan makna yang terkandung pada kata-kata yang digunakan, melainkan juga untuk menciptakan hubungan yang akrab antara penyapa dengan kawan bicara. Dengan demikian, penyiar televisi atau radio tersebut mengucapkan “Selamat Pagi” pada pukul 0.01 bermaksud ingin mengingatkan pemirsa atau pendengar bahwa saat itu sudah mulai hari yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang, sapaan juga digunakan untuk maksud tertentu. Misalnya, seorang atasan mengucapkan “Selamat Siang” kepada bawahannya yang baru saja tiba di kantor pada pukul 8.15. Padahal, saat itu seharusnya diucapkan selamat pagi. Atasan itu bermaksud menegur dan mengingatkan bawahannya itu karena datang terlambat. Menurut aturan perusahaan, karyawan itu seharusnya masuk kantor pukul 8.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dapat disimpulkan bahwa fungsi sapaan selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat petang, dan selamat malam tidak hanya sebagai bentuk sapaan formal yang menginformasikan waktu, tetapi juga sebagai bentuk keakraban dan mengingatkan kawan bicara. Kita tidak perlu bingung atau mempertanyakan apakah pada pukul 10.00 diucapkan selamat pagi atau selamat siang. Seperti yang sudah diuraikan di atas, fungsi sapaan hendaknya digunakan sesuai dengan kondisi dan situasi saat itu. ***Joe&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28764585-114949510910703695?l=joniromantic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joniromantic.blogspot.com/feeds/114949510910703695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=28764585&amp;postID=114949510910703695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default/114949510910703695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default/114949510910703695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joniromantic.blogspot.com/2006/06/selamat-pagi-atau-selamat-siang.html' title='Selamat Pagi atau Selamat Siang?'/><author><name>Joni Romantic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09871781046747607552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09333248517430302244'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28764585.post-114907881796061140</id><published>2006-05-31T19:32:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T11:29:01.790+07:00</updated><title type='text'>Cerpen: Email</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/771/3052/1600/TSH1700.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/771/3052/200/TSH1700.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu malam, seorang pria duduk terkulai di sebuah kursi empuk berlapis beludru dalam sebuah kamar mewah lengkap dengan ragam furniture kualitas tinggi. Angin dingin mendesir keluar dari lubang-lubang AC. Dingin mencekam, namun tidak dirasakan oleh pria itu. Suhu tubuhnya panas, demam tinggi, kulit memerah, mata kering, tangan dan kaki kaku pada rebahannya masing-masing tak mau diajak beriang ria bersama otak yang melamuni sebuah ketakberdayaan. Malam semakin larut hingga mencapai kedinian satu peristiwa yang menjadi bahan kontemplasi baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, ia pergi ke kantor. Pulang pukul 5 sore, langsung ke kafe, menenggak segelas wiski, hampiri seorang perempuan, basa-basi sedikit, lalu keduanya sudah menari-nari kegirangan diiringi hentakan keras musik trance. Tiga empat jam berlalu. Ia bosan. Lalu, ia keluar mencari hiburan lain. Malam belum begitu larut. Pikirannya liar bercampur nafsu menuju ke satu tempat. Pergilah ia ke tempat perjudian, disatronilah satu demi satu meja judi. Uang habis, dompet menipis, namun hati puas. Pulang ke rumah, hati kosong, tubuh berpeluh keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, dalam luang waktunya, ia terkejut hingga nadi berdenyut-denyut kencang. Ia menerima sebuah email, entah dari siapa seseorang yang tidak dikenalnya. Email itu ditulis dalam kalimat tanya sebanyak 10 kali secara berurutan, tertulis demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“INIKAH ARTI SEBUAH KEPUASAN YANG TELAH KAU PERJUANGKAN SELAMA INI?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kebingungan, linglung, tapi cuek.&lt;br /&gt;“Pasti orang yang sinis saja kepadaku yang menulis email seperti ini atau mungkin lawan politik yang ingin menjatuhkan posisiku yang mentereng ini? Bah! Kampungan sekali cara mereka mengintimidasi!” gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, email aneh itu datang lagi dan begitu juga lusa harinya. Demikianlah, selama hampir sebulan ia mendapat kiriman email dari seseorang yang tidak dikenal dengan isi dan bentuk yang sama. Pria itu kesal juga akhirnya. Kemudian, ia membalas email itu dan menanyakan apa yang diinginkan si pengirim email tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, kembali ia duduk di kursi kesayangannya. Matanya memerah, namun masih sanggup meraba bayangan-bayangan silam ketika tangan kanannya membuka setiap lembar halaman album foto. Di album foto itu, ia rangkum seluruh kehidupannya. Masa kanak-kanak yang bahagia dan masa remaja yang sentimentil romantis membuat terkuraslah air matanya. Namun, ada satu masa yang hilang. Suatu tragedi yang membuat darah tingginya kumat, amarah membeludak, pikirannya liar dan nafsu berkecamuk. Larilah ia ke jalan raya. Mampir sebentar ke sebuah bar, lalu menenggak sebotol brandy. Larilah ia sekencang-kencangnya tanpa mengindahkan segalanya hingga satu saat ia harus menabrak sebuah bangunan kecil, sebuah kapel gereja kecil, di tempat terpencil. Ia kaget, lalu pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama seminggu, ia tak sadarkan diri dan selama seminggu itu pula ia terus menunggu jawaban dari orang misterius yang telah mengirim email aneh kepadanya. Hingga akhirnya, ia menerima juga sebuah email yang tertulis demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DI MANAKAH HATI NURANIMU KINI, YANG PERNAH KAU BUNGKAM SEDEMIKIAN RUPA HINGGA KAU LUPA AKAN KAPASITASMU SEBAGAI MANUSIA YANG DULU??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti email yang pertama, kalimat tanya itu ditulis sebanyak 10 kali secara berurutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh Mak! Apa pula maksud orang ini dengan menuliskan kalimat ini!” kesalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia semakin penasaran, siapa sebenarnya orang yang telah menuliskan hal-hal aneh yang tidak ia mengerti sama sekali. Keresahan mulai merasuki jiwanya. Ia tak tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah orang misterius itu berbuat demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah menerima email yang kedua, pria itu mendapat paket barang, entah dari siapa, yang berisi sebuah jubah putih panjang. Namun, pria itu tahu bahwa pengirim jubah itu adalah orang yang sama dengan oarang yang mengirim email aneh kepadanya. Orang itu memiliki ciri khas, yaitu menuliskan inisial R di setiap emailnya&lt;br /&gt;dan demikian juga di sudut kiri bungkusan paket itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, pria itu insomnia. Ia hanya duduk terkulai di sebuah kursi empuk berlapis beludru dalam sebuah kamar mewah lengkap dengan ragam furniture kualitas tinggi. Batinnya gelisah, pikirannya coba meraba masa-masa silam dengan menghubung-hubungkannya pada peristiwa aneh yang baru-baru ini ia alami. Email, jubah, orang misterius, inisial R, semuanya menyelubungi otak. Kata-kata seperti nurani, kepuasan, kapasitas, manusia yang dulu, perjuangkan, adalah kata-kata yang tak asing baginya, tetapi menakutkan dan menjadi ujung-ujung pisau yang menyeruduk jantung ketika terngiang kata-kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik batin makin berkecamuk dalam dirinya. Konflik itu makin tidak terkendali, seperti dua magnet dengan kutub utara dan kutub utaranya saling berbenturan, tidak mau menyatu. Hingga satu saat, benturan itu menjadi suatu ledakan yang dahsyat bergemuruh ke seluruh ruangan. Dan dirinya pun terpental ke langit-langit atap, memantul kembali ke bawah, jatuh telentang di atas ranjang, dipantulkan kembali oleh pegas-pegas ranjang ke atas menuju lampu gantung, dan ia bergelantungan di atas. Namun karena berat badannya yang hampir 90 kilogram, lampu gantung itu copot dari kaitnya dan ia kembali jatuh persis ke arah kursi kesayangannya. Ia terduduk terkulai sambil mata melongo keluar dan tangan masih memegang lampu gantung tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terisak, sedih, menyesal, tetapi sadar. Ia telah menemukan jawabannya. Akhirnya, pria itu bangun, duduk di depan komputer, lalu menulis email. Keesokan harinya, ia berkemas hendak pergi ke suatu tempat yang dulu pernah ia ingkari, bohongi, bahkan khianati. Kini, ia bertekad kembali ke tempat itu dan menjalankan takdirnya yang terputus. Dan masih terngiang sebuah ikrar yang pernah terucapkan dan kembali menggugah hatinya, “ya … rasa berahiku kini makin tak terbendung, aku ingin bersetubuh dengan-Nya . . . Yang Mahakhalik!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28764585-114907881796061140?l=joniromantic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joniromantic.blogspot.com/feeds/114907881796061140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=28764585&amp;postID=114907881796061140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default/114907881796061140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default/114907881796061140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joniromantic.blogspot.com/2006/05/cerpen-email.html' title='Cerpen: Email'/><author><name>Joni Romantic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09871781046747607552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09333248517430302244'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28764585.post-114861928605367882</id><published>2006-05-26T11:46:00.000+07:00</published><updated>2006-05-26T12:03:18.233+07:00</updated><title type='text'>Introduction</title><content type='html'>Iseng! Ya....diawali dari rasa iseng pengen bikin blog akhirnya beginilah jadinya. Masih bingung, mencari-cari, dan mikirin mo bikin apa....tapi ini hanya awalan saja. Mudah-mudahan dapat berproses lebih lanjut atau malah kebosanan yang melanda. Ya...kita lihat saja nanti bagaimana.....ingat bukan bagaimana nanti!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28764585-114861928605367882?l=joniromantic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joniromantic.blogspot.com/feeds/114861928605367882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=28764585&amp;postID=114861928605367882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default/114861928605367882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28764585/posts/default/114861928605367882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joniromantic.blogspot.com/2006/05/introduction.html' title='Introduction'/><author><name>Joni Romantic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09871781046747607552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09333248517430302244'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>